V a n d a l i s m e
Pernahkah anda melihat bentuk hasil dari aktifitas seseorang maupun
sekelompok orang yang kurang sejuk dipandang oleh mata? Mungkin ketika anda
sedang berjalan-jalan tidak sengaja anda menemui segerombolan anak muda atau
salah seorang sedang mencorat-coret
tembok kota atau ketika anda sedang berteduh di bawah pohon yang rindang, mata
anda memelik melihat tulisan atau ukiran yang terpampang di suatu pohon, nampak goresan pelbagai macam huruf yang
dirangkai sedemikian rupa dari ulah tangan-tangan manusia yang tidak
bertanggung jawab. Nah, tindakan itulah yang acap kali disebut sebagai “vandalisme” atau vandalism dalam bahasa
inggris. Mungkin ada diantara kita yang belum begitu mengerti tentang istilah
vandalism atau vandalisme, tapi tenang saja karena saya akan sedikit memberikan
eksplanasi atau gambaran mengenai vandalisme sendiri. Vandalisme merupakan
serangkaian kegiatan pengrusakan , penghapusan, pencurian. Ketika anda
menjumpai segerombol anak manusia melakukan kerja untuk merusak tempat-tempat seperti warung,
karya seni maupun barang berharga maka layak kita menyebutnya sebagai kegiatan
vandalisme.
Mungkin anda juga berpikir darimana munculnya kata
Vandalisme ini, bagaimana kata ini menjadi sebuah istilah yang memiliki makna.
Vandalisme ternyata diangkat menjadi istilah alhasil dari sebuah suku vandal di
Jerman yang sekitar 1.500 tahun lalu berhasil menaklukkan sebagian wilayah
Spanyol, yang saat ini kita kenal di bagian selatan Spanyol dijuluki sebagai
daerah Andalusia. Andalusia akhirnya berhasil ditempati oleh suku vandal
setelah berhasil menghancurkan wilayah Spanyol tersebut. Tidak hanya Andalusia
yang mereka hancurkan tapi kegiatan keji suku vandal menjalar ke Roma, yang
pada saat itu Roma terkenal karya seni klasik yang mengandung unsur misteri,
asmara dan sejarah, seperti lukisan dinding yang terlukis indah di Pompeii,
patung romawi, berbagai sarkofagus yang mengandung pelbagai unsur sejarah dan
misteri dan pelbagai macam tembikar kala itu. Roma yang terkenal dengan kota
vatikan juga berhasil dimusnahkan oleh suku vandal. Roma merupakan kota penting
di dunia yang sekarang ini tengah menjadi pusat katholik. Melalui aktivitas
suku vandal dari Jerman itulah muncul istilah “Vandalism atau Vandalisme yang
sekarang telah kita kenal.
Pengrusakan, pencurian, dan penghapusan yang
merupakan unsur dari vandalisme juga merupakan unsur dari “Sabotase atau
sabotage (dalam bahasa inggris). Vandalisme memiliki hubungan erat dengan
sabotage atau sabotase, karena vandalisme masuk dalam unsur sabotase. Sabotage
mengandung arti tindakan pengrusakan yang dilakukan secara terencana dan
tersembunyi, tindakan merusak dan memusnahkan secara sengaja terhadap
equipment. Sabotage berasal dari bahasa perancis “sabot” berarti sepatu kayu.
Pada abad 19 Perancis pernah mengalami pengangguran atau PHK besar-besaran
akibat pengrusakan oleh oknum tersembunyi dengan menggunakan sepatu kayu yang
sengaja dimasukkan ke dalam mesin-mesin industri.
![]() |
Unsur-unsur dalam sabotase sendiri juga diperjelas
dan ditekankan terhadap suatu kisah intrik yang ditulis oleh Roman Scarborough
dalam bukunya “Sabatogae” dimana muncul pengeklaiman unsur-unsur anti Bush
dalam CIA yang berhasil melakukan pembocoran informasi ke media dan menghambat
Afghanistan serta upaya perang Irak. Berbagai penyebaran kabar bohong untuk menjatuhkan
atau menghancurkan lawan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar