Kemunculan ilmu metodologi studi dan kebudayaan islam
muncul di awal kali pertama, Pusat studi islam setelah Baghdad, yaitu :
1. Spanyol (Andalusia) di Universitas Kordova dibawah otoritas Bani Umayah
2. Mesir di Universitas Al-Azhar di bawah otoritas Bani Fatimah
1. Spanyol (Andalusia) di Universitas Kordova dibawah otoritas Bani Umayah
2. Mesir di Universitas Al-Azhar di bawah otoritas Bani Fatimah
Setelah munculnya ilmu kebudayaan islam dan metodologi
studi, terjadilah masa-masa pendekatan
naqliyah yang melahirkan ilmu Al-Quran, Al Hadis, Fikih dll. Dalam
pendekatan ini disebut masa ke II. Masa ke III muncul Pendekatan Aqliyah, pendekatan ini memanfaatkan rasionalisasi dan
keilmiahan yang kemudian melahirkan ilmu non agama seperti : filsafat, al
jabar, kedokteran, astronomi dan ilmu lainnya yang menggunakan basis penalaran.
Munculnya ilmu metodologi dan kebudayaan islam
(Masa I)
(Masa II)
Pendekatan Naqliyah
(Masa III)
Pendekatan Aqliyah
(Masa I)
(Masa II)
Pendekatan Naqliyah
(Masa III)
Pendekatan Aqliyah
Paradigma islam
meliputi :
1. Konsepsi ideal, yaitu menggunakan pandangan islam dengan melalui kebenaran, doktrin,
ajaran, norma, keyakinan yang bersumber dari wahyu Tuhan.
Bersifat : Universalitas (keumuman) dan Eternalitas (keabadian).
2. Realitas historis, yang mengacu kepada keberadaan dan kondisi riil islam.
Bersifat : Partikular (terbatas oleh tempat) dan Temporal (terbatas oleh waktu).
1. Konsepsi ideal, yaitu menggunakan pandangan islam dengan melalui kebenaran, doktrin,
ajaran, norma, keyakinan yang bersumber dari wahyu Tuhan.
Bersifat : Universalitas (keumuman) dan Eternalitas (keabadian).
2. Realitas historis, yang mengacu kepada keberadaan dan kondisi riil islam.
Bersifat : Partikular (terbatas oleh tempat) dan Temporal (terbatas oleh waktu).
Dalam konsepsi ideal,
dilakukan kembali pendekatan-pendekatan separti : pendekatan teologis,
filosofis, legaslistik, mistik.
1. Pendekatan Teologis
mempertahankan kepercayaan dan symbol-simbol sebagai identitas, kepercayaan sebagai
rukun agama (doktrin ketuhanan). Akibat yang terjadi dari pendekatan ini adalah adanya
fanatisme, sikap paling benar dalam beragama dan menganggap yang lain salah.
1. Pendekatan Teologis
mempertahankan kepercayaan dan symbol-simbol sebagai identitas, kepercayaan sebagai
rukun agama (doktrin ketuhanan). Akibat yang terjadi dari pendekatan ini adalah adanya
fanatisme, sikap paling benar dalam beragama dan menganggap yang lain salah.
2. Pendekatan Filosofis
Memandang dan memahami agama dengan cara berfikir secara mendalam, sistematis,
universal, sehingga mencapai inti atau hakikat agama.
3. Pendekatan Legalistik
Pendekatan ini sama dengan fighiyah, agama dipandang dari hukum-hukum agama yang
normatif segala ajaran dan aturan bersifat formal.
4. Pendekatan Mistik
Dilakukan dengan cara mempertajam jiwa atau mata hati melalui latihan spiritual, mende-
katkan diri kepada Tuahan sedekat-dekatnya, dalam hal ini bisa dikatakan ajaran tasawuf.
5. Pendekatan Hermeneutika
Cara memahami pesan-pesan tesk suci untuk mengetahui makna atau pesan sebenarnya.
Dalam realitas historis, juga
dilakukan kembali enam pendekatan yang meliputi : Pendekatan sosiologis,
cultural, politik, psikologi, dan fenomenologi.
1. Pendekatan sosiologis
agama sebagai subyek baik berupa ajaran masyrakat islam yang menjelaskan ayat-ayat
tentang fakir miskin dengan kerangka teori kemiskinan yang terdapat pada sosiologi.
2. Pendekatan Kultural
Melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dalam masyarakat.
3. Pendekatan Politik
agama yang dipandang sebagai kekuatan politik.
4. Pendekatan Psikologi
dengan pendekatan psikologi seseorang dapat memahami dan menjelaskan gejala lahiriah orang yang beragama.
5. Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini biasanya dilakukan dengan memahami makna atau hakikat dari gejala
objek yang dikaji melalui jiwa atau kesadaran objek itu sendiri.
1. Pendekatan sosiologis
agama sebagai subyek baik berupa ajaran masyrakat islam yang menjelaskan ayat-ayat
tentang fakir miskin dengan kerangka teori kemiskinan yang terdapat pada sosiologi.
2. Pendekatan Kultural
Melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dalam masyarakat.
3. Pendekatan Politik
agama yang dipandang sebagai kekuatan politik.
4. Pendekatan Psikologi
dengan pendekatan psikologi seseorang dapat memahami dan menjelaskan gejala lahiriah orang yang beragama.
5. Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini biasanya dilakukan dengan memahami makna atau hakikat dari gejala
objek yang dikaji melalui jiwa atau kesadaran objek itu sendiri.
Thank for reading,
share and bagi info lainnya yee !!
share and bagi info lainnya yee !!