Rabu, 16 Agustus 2017

PENGALAMAN MEMBUAT VISA AUSTRALIA

 Beberapa bulan terakhir ini saya sangat disibukkan dengan kepengurusan dokumen Pasport dan Visa dan hampir setiap hari saya menghubungi Australian Embassy, FVS global untuk selalu menanyakan setiap hal-hal rinci pra permohonan Visa. Alhamdulilah Pasport saya ready pada bulan January, saya juga menceritakan bagaimana proses pembuatan Pasport sesuai dengan pengalaman saya pada laman sebelumnya.
Ok guys.. kali ini kita fokus pada pembuatan Visa, setelah Pasport jadi, directly saya langsung menghubungi kampus TAFE SA yang dihubungkan langsung oleh Universitas South of Australia untuk meminta kelonggaran waktu atas dasar proses pra pembuatan Visa. Actually, saya sudah punya schedule class mulai tanggal 27 January dan berhubung Pasport baru saya dapatkan di bulan Januari saya harus mengalami kemunduran study.
Proses pembuatan Visa susah-susah gampang, exactly hingga membuat saya tidak bisa tidur dengan sleep well, sampai-sampai saya mengalami gangguan somatofom lebih beratnya lagi seperti psikosomatik, itulah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir sebab persiapan ini sudah saya lakukan pada akhir 2014. Ditambah lagi dengan sumber-sumber yang saya dapatkan melalui internet, teman, kebenyakan dari mereka mengalami kesulitan, ketakutan pada masa pembuatan Visa dan banyak yang gagal karena memang pada kenyataan Australia merupakan Negara yang super ketat jadi prosedur itu membuat para pelancong/turis asing tidak mudah Memiliki akses ke negri Kanguru itu.
Well, saya akan berbagi proses pembuatan visa sesuai dengan pengalaman saya. Ada 4 tahap dalam pengajuan Visa di VFS Global Indonesia. Yaitu,
Tahap1:
Permohonan Visa Australia tipe tertentu diterima di Australia Visa Application Centre (AVAC).
Tahap2:
Sebelum mengajukan permohonan Visa, pastikan bahwa Anda telah mengetahui tujuan kunjungan Anda ke Australia.
Tahap3:
Silahkan mengacu pada menu "Semua Tentang Visa" untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai berbagai kategori Visa.
Tahap4:
Harap dipastikan bahwa Anda telah membaca dan mengerti dengan jelas aturan keamanan yang tersedia di menu " Peraturan Keamanan" sebelum Anda mengunjungi AVAC

Nah, itulah tahapan yang perlu kita lalui “Apply for Visa to Australia” pada VFS Global. Semua informasi tentang pembuatan Visa ada disitus http://www.vfs-au-id.com/ jadi jangan khawatir miskin informasi atau kita juga bisa langsung menghubungi nomor kantor VFS Global untuk terhubung dengan front line office services costumers. Harap dimengerti bahwa VFS Global siap untuk membantu dalam proses pengajuan permohonan Visa, namun pihaknya tidak berwenang untuk memberikan saran maupun konsultasi dalam pemilihan kategori Visa yang dibutuhkan. Jadi VFS Global tidak memegang peranan administratif yang tidak berhubungan sama sekali dalam penentuan hasil permohonan Visa maupun berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam memproses permohonan, karena semuanya adalah murni wewenang prerogative dari Kedutaan Australia.
Ini adalah nomor helpline yang bisa kita hubungi untuk berkomunikasi langsung via telephon, (021) 30418700.  Saya pribadi lebih sering menggunakan email dan telepon genggam, proses pembuatan Visa saya dimulai dengan kelengkapan dokumen dari :
1.      Formulir sesuai type visa (bisa diunduh melalui website VFS Global). Formulir yang saya lengkapi ada jenis formulir 1419 yang merupakan Visa turis biasa. Kenapa saya menggunakan Visa turis bukan study? Karena selain study di negri Kanguru saya juga bercita-cita untuk liburan dan keliling Australia dan visa jenis ini juga bisa kita manfaatkan untuk ijin study/ course. Menurut saya, jenis Visa tsb lebih mudah kita dapatkan daripada jenis visa lainnya. Itulah sebabnya saya memilih Visa 1419.

2.      Formulir pendukung sesuai dengan jenis visa, untuk visa turis n study (1419)
dibutuhkan kelengkapan dokumen seperti, fotocopy KK. KTP, invitation letter bila mendapat undangan dari institusi di Australia, buku rekening bank selama 3 bulan terakhir dan minimal saldo tabungan 30 sd 50 juta rupiah atau sekitar AUD.5700. Hmmmm dollar boo J.

3.      Fotocpy Pasport, bagi pemohon yang menggunakan jasa kurir. Jadi disertakan copy-nya saja di halaman-halaman tertulis. (hal kosong tidak perlu difotocopy). Disini kita bisa memilih kurir yang akan kita gunakan. Pertama kurir yang disediakan oleh VFS Global yang merupakan fasilitas tambahan (biaya tambahan 50.000 untuk wilayah Jawa), kedua jasa kurir pribadi (kita bisa memilih jasa kurir seperti Pos Indonesia, JNE, Pandu Logistic dll). Biasanya document tiba di Jakarta terhitung 5 hari setelah pengiriman.

4.      1 lembar pas foto berukuran 3x4 atau 4x6 dengan background bebas berwarna.

5.      Biaya (untuk pemohon yang menggunakan jasa kurir pribadi maupun penjemputan bisa membayar dengan transfer cost ke 2 rekening yang berbeda.) untuk biaya visa 1419 di transfer ke rekening bank ANZ Jakarta-Australian Embassy dengan no tujuan : 0822220100001 sejumlah Rp 1.460.000 / $136 Australia. Selain itu kita wajib membayar biaya logistic untuk satu pengajuan sejumlah Rp 183.000 ditransfer ke rek Bank Standart Chartered Sudirman Jakarta. PT VFS Services Indonesia, no tujuan : 30601430686

6.      FC akta lahir, ini yang membuat saya bingung tingkat langit ke 9. Hehe .. emang ada? Gg ada J. Emang. :D. Serius nih, sudah saya katakan hampir setiap hari saya menghubungi VFS Global untuk mendapatkan validasi informasi, karena saya tidak mau informasi yang hanya setengah-setengah saja, jadi setiap hari saya kejar sampai saya yakin dalam pengiriman dokumen. Alasannya saya tidak ingin rugi, karna jika Visa tidak diterima pengajuannya maka uang kita tidak kembali. Siapa juga yang mau kehilangan 130 AUD dan 15 AUD total rupiah 1.643.000.
Kembali ke akta lahir, dari informasi yang saya dapat sebelumnya tidak ada persyaratan akta kelahiran, telefon berikutnya CP lain mengatakan untuk menyertakan AK karena merupakan syarat dokumen wajib. Informasi ini yang membuat saya bingung pusing bintang tujuh, tidak mungkin juga menyertakan AK sebab dokumen tersebut masih di kampung.
Hingga akhirnya saya menghubungi VFS lagi dan di telepon kali ini CP mengatakan tidak perlu dok AK karena penyertaan dok AK merupakan syarat untuk pengunjungan Australia apabila ada kerabat atau saudara yang tinggal disana.
Nah,..  jelas sekali saya ke negri Kanguru tidak untuk mengunjungi siapa-siapa melainkan just study n traveling.
Oh ya, untuk invitation letter jangan lupa untuk menyertakan copy identitas dari pihak sponsor, apabila ia bukan merupakan citizen atau permanent resident of Australia seperti dok Pasport dan Visa. Selain itu jangan lupa sertakan bukti pembayaran atau transfer bank,salinan kita simpan yang asli kita sertakan pada dokumen pemohon Visa untuk dikirim melalui kurir dan scan bukti tf tersebut lalu kirim ke email VFS Global info.avacjakarta@vfs.helpline.com Dengan bismillah… believe yourself become spirit n going to hard!! Selamat menunggu konfirmasi Visa anda ! JBeberapa bulan terakhir ini saya sangat disibukkan dengan kepengurusan dokumen Pasport dan Visa dan hampir setiap hari saya menghubungi Australian Embassy, FVS global untuk selalu menanyakan setiap hal-hal rinci pra permohonan Visa. Alhamdulilah Pasport saya ready pada bulan January, saya juga menceritakan bagaimana proses pembuatan Pasport sesuai dengan pengalaman saya pada laman sebelumnya.
Ok guys.. kali ini kita fokus pada pembuatan Visa, setelah Pasport jadi, directly saya langsung menghubungi kampus TAFE SA yang dihubungkan langsung oleh Universitas South of Australia untuk meminta kelonggaran waktu atas dasar proses pra pembuatan Visa. Actually, saya sudah punya schedule class mulai tanggal 27 January dan berhubung Pasport baru saya dapatkan di bulan Januari saya harus mengalami kemunduran study.
Proses pembuatan Visa susah-susah gampang, exactly hingga membuat saya tidak bisa tidur dengan sleep well, sampai-sampai saya mengalami gangguan somatofom lebih beratnya lagi seperti psikosomatik, itulah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir sebab persiapan ini sudah saya lakukan pada akhir 2014. Ditambah lagi dengan sumber-sumber yang saya dapatkan melalui internet, teman, kebenyakan dari mereka mengalami kesulitan, ketakutan pada masa pembuatan Visa dan banyak yang gagal karena memang pada kenyataan Australia merupakan Negara yang super ketat jadi prosedur itu membuat para pelancong/turis asing tidak mudah Memiliki akses ke negri Kanguru itu.
Well, saya akan berbagi proses pembuatan visa sesuai dengan pengalaman saya. Ada 4 tahap dalam pengajuan Visa di VFS Global Indonesia. Yaitu,
Tahap1:
Permohonan Visa Australia tipe tertentu diterima di Australia Visa Application Centre (AVAC).
Tahap2:
Sebelum mengajukan permohonan Visa, pastikan bahwa Anda telah mengetahui tujuan kunjungan Anda ke Australia.
Tahap3:
Silahkan mengacu pada menu "Semua Tentang Visa" untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai berbagai kategori Visa.
Tahap4:
Harap dipastikan bahwa Anda telah membaca dan mengerti dengan jelas aturan keamanan yang tersedia di menu " Peraturan Keamanan" sebelum Anda mengunjungi AVAC

Nah, itulah tahapan yang perlu kita lalui “Apply for Visa to Australia” pada VFS Global. Semua informasi tentang pembuatan Visa ada disitus http://www.vfs-au-id.com/ jadi jangan khawatir miskin informasi atau kita juga bisa langsung menghubungi nomor kantor VFS Global untuk terhubung dengan front line office services costumers. Harap dimengerti bahwa VFS Global siap untuk membantu dalam proses pengajuan permohonan Visa, namun pihaknya tidak berwenang untuk memberikan saran maupun konsultasi dalam pemilihan kategori Visa yang dibutuhkan. Jadi VFS Global tidak memegang peranan administratif yang tidak berhubungan sama sekali dalam penentuan hasil permohonan Visa maupun berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam memproses permohonan, karena semuanya adalah murni wewenang prerogative dari Kedutaan Australia.
Ini adalah nomor helpline yang bisa kita hubungi untuk berkomunikasi langsung via telephon, (021) 30418700.  Saya pribadi lebih sering menggunakan email dan telepon genggam, proses pembuatan Visa saya dimulai dengan kelengkapan dokumen dari :
1.      Formulir sesuai type visa (bisa diunduh melalui website VFS Global). Formulir yang saya lengkapi ada jenis formulir 1419 yang merupakan Visa turis biasa. Kenapa saya menggunakan Visa turis bukan study? Karena selain study di negri Kanguru saya juga bercita-cita untuk liburan dan keliling Australia dan visa jenis ini juga bisa kita manfaatkan untuk ijin study/ course. Menurut saya, jenis Visa tsb lebih mudah kita dapatkan daripada jenis visa lainnya. Itulah sebabnya saya memilih Visa 1419.

2.      Formulir pendukung sesuai dengan jenis visa, untuk visa turis n study (1419)
dibutuhkan kelengkapan dokumen seperti, fotocopy KK. KTP, invitation letter bila mendapat undangan dari institusi di Australia, buku rekening bank selama 3 bulan terakhir dan minimal saldo tabungan 30 sd 50 juta rupiah atau sekitar AUD.5700. Hmmmm dollar boo J.

3.      Fotocpy Pasport, bagi pemohon yang menggunakan jasa kurir. Jadi disertakan copy-nya saja di halaman-halaman tertulis. (hal kosong tidak perlu difotocopy). Disini kita bisa memilih kurir yang akan kita gunakan. Pertama kurir yang disediakan oleh VFS Global yang merupakan fasilitas tambahan (biaya tambahan 50.000 untuk wilayah Jawa), kedua jasa kurir pribadi (kita bisa memilih jasa kurir seperti Pos Indonesia, JNE, Pandu Logistic dll). Biasanya document tiba di Jakarta terhitung 5 hari setelah pengiriman.

4.      1 lembar pas foto berukuran 3x4 atau 4x6 dengan background bebas berwarna.

5.      Biaya (untuk pemohon yang menggunakan jasa kurir pribadi maupun penjemputan bisa membayar dengan transfer cost ke 2 rekening yang berbeda.) untuk biaya visa 1419 di transfer ke rekening bank ANZ Jakarta-Australian Embassy dengan no tujuan : 0822220100001 sejumlah Rp 1.460.000 / $136 Australia. Selain itu kita wajib membayar biaya logistic untuk satu pengajuan sejumlah Rp 183.000 ditransfer ke rek Bank Standart Chartered Sudirman Jakarta. PT VFS Services Indonesia, no tujuan : 30601430686

6.      FC akta lahir, ini yang membuat saya bingung tingkat langit ke 9. Hehe .. emang ada? Gg ada J. Emang. :D. Serius nih, sudah saya katakan hampir setiap hari saya menghubungi VFS Global untuk mendapatkan validasi informasi, karena saya tidak mau informasi yang hanya setengah-setengah saja, jadi setiap hari saya kejar sampai saya yakin dalam pengiriman dokumen. Alasannya saya tidak ingin rugi, karna jika Visa tidak diterima pengajuannya maka uang kita tidak kembali. Siapa juga yang mau kehilangan 130 AUD dan 15 AUD total rupiah 1.643.000.
Kembali ke akta lahir, dari informasi yang saya dapat sebelumnya tidak ada persyaratan akta kelahiran, telefon berikutnya CP lain mengatakan untuk menyertakan AK karena merupakan syarat dokumen wajib. Informasi ini yang membuat saya bingung pusing bintang tujuh, tidak mungkin juga menyertakan AK sebab dokumen tersebut masih di kampung.
Hingga akhirnya saya menghubungi VFS lagi dan di telepon kali ini CP mengatakan tidak perlu dok AK karena penyertaan dok AK merupakan syarat untuk pengunjungan Australia apabila ada kerabat atau saudara yang tinggal disana.
Nah,..  jelas sekali saya ke negri Kanguru tidak untuk mengunjungi siapa-siapa melainkan just study n traveling.
Oh ya, untuk invitation letter jangan lupa untuk menyertakan copy identitas dari pihak sponsor, apabila ia bukan merupakan citizen atau permanent resident of Australia seperti dok Pasport dan Visa. Selain itu jangan lupa sertakan bukti pembayaran atau transfer bank,salinan kita simpan yang asli kita sertakan pada dokumen pemohon Visa untuk dikirim melalui kurir dan scan bukti tf tersebut lalu kirim ke email VFS Global info.avacjakarta@vfs.helpline.com Dengan bismillah… believe yourself become spirit n going to hard!! Selamat menunggu konfirmasi Visa anda ! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGALAMAN PRIBADI KE SINGAPURA

Ini merupakan pengalaman pribadi saya saat berkunjung ke Singapura, step by step ya guys. Pertama-tama yang perlu kalian ketahui adalah per...